CINTA UNTUK NADA
3.2

Not enough ratings

CINTA UNTUK NADA

By: Batu Kelok Ongoing

Language: Bahasa_indonesia
18

Chapters: 16 views: 2.6K

Read
Add to library
Report

Untuk menyelamatkan ibunya yang sedang sakit keras, Nada (Denada aprilia), yang masih beruasia dua puluh tahun. Akhirnya menyetujui saran dari ayahnya untuk menikahi cucu dari Prawiryo Prayoga. Pernikahan ini bukan pernikahan kontrak biasa, Nada harus menikahi pria beristri, Raditya (Raditya Abimanyu Prayoga), agar Raditya memiliki seorang keturunan. Kecelakaan yang dialami oleh istri Prayoga, Viola Andromedia delapan tahun lalu, menyebabkan Raditya tidak bisa memiliki keturunan dari benihnya sendiri. Nada adalah alat yang digunakan agar Raditya, pewaris kerajaan bisnis keluarga Prayoga, bisa memiliki keturunan. Tak ada cinta unruk Nada. Dapatkah Nada bertahan? Ikhlaskan Nada menyerahkan anaknya nanti? Apakah Nada bisa mendapatkan cinta setelah kebebasannya? Ikuti kisahnya dalam Novel: Cinta Untuk Nada. Cover : @alyssarenn_sl Design: @ojhan90

Overview
Catalog

CINTA UNTUK NADA Novels Online Free PDF Download

CommentsLeave your review on App
No Comments
Latest Chapter
16 chapters
MALAM PERTAMA
“Apa kamu sudah tidak sabar dengan malam pertama kita?”Suara serak khas pria dewasa yang tegas namun sarkas terdengar di telinga Nada.Malam pertama? Apakah ini bisa disebut malam pertama mereka?Nada hanya tertunduk dengan kedua jari tangannya saling berpegangan dan meremas. Keringat dingin pun sudah tak terelakkan. Nada begitu takut, tapi saat ini, sudah tak ada lagi yang dapat menolongnya. Ini sudah menjadi keputusannya. Pilihan yang terpaksa dipilihnya untuk menyelamatkan ibunya.Aroma parfum maskulin sudah tercium dari tubuh pria itu. Pria itu berdiri satu meter di samping kiri Nada. Entah apa yang dilihatnya, dia diam di sana mengamati Nada yang masih menunduk itu."Denada Aprilia?""Iya, Tuan," jawab Nada dengan suara yang bergetar."Kamu tahu siapa saya?" tanyanya lagi."Tahu. Anda tuan Raditya Abimanyu Prayoga." Nada masih menunduk tak berani menatap si pemilik suara."Apa hubungan kita?" tanya Radi
Read more
AKU TIDAK AKAN MENGHIANATIMU
Menggodanya?“Apa maksudmu? Aku tidak….”Namun sebelum Nada sempat meneruskan ucapannya, Radit sudah memotong terlebih dahulu, “Bukan. Bukan apa-apa. Lupakan!” serunya tampak salah tingkah, tapi sesaat kemudian kembali berekspresi datar.“Cepatlah berpakaian! Aku tidak mau istriku berpikiran yang tidak-tidak pada kita!”Setelah itu, Radit pun keluar dari kamar dengan langkah tegas.Nada tampak menghela napas lega setelah Radit menutup pintu kamar. Dia lalu bangkit dan duduk di ranjang.Tiba-tiba Nada mengingat ucapan Radit sebelum dia keluar dari kamar.Aneh. Kenapa pria itu marah dan berpikir jika dirinya sengaja menggodanya?Padahal, Nada hanya takut kalau dia melakukan sesuatu tanpa izin dari Radit, pria itu akan memarahinya. Jadi, dia pun masih dalam posisi berbaring sambil menunggu pria itu keluar.Lagipula, tubuhnya juga masih terasa sakit dan dia juga ingin memastikan jik
Read more
PERSETERUAN DI ANTARA DUA ISTRI
Keesokan harinya.Kringggg!!Nada terbangun saat alarm berbunyi. Spontan tangannya sibuk mencari dan mematikan alarm di handphone-nya yang sudah berbunyi.Dia lalu bangkit dan duduk di ranjang. Rasa kantuk masih sedikit menguasainya karena semalam dia tak bisa tidur pulas. Pikirannya terlalu banyak disibukkan memikirkan kejadian semalam."Hufffh ... sudah pagi, sudah jam lima! Baiklah. Selamat pagi, Nada! Semangat! Berharaplah, hari ini akan jadi hari yang lebih baik dari hari kemarin!" gumamnya sambil tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri.Nada segera mempercepat langkahnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu beribadah dan mengganti pakaiannya."Hmmm ... apa yang harus aku lakukan di kamar ini? Fuuuuh ... bosan!" keluh Nada. Tak ada yang dapat dilakukannya selain menonton televisi atau bermain game di handphone."Haaah. Baiklah ... lebih baik aku beraktivitas yang lebih berguna di luar kamar!" Nada tersenyum mengi
Read more
TIDAK BERHARAP BISA MEMILIKINYA
"Apa kamu baik-baik saja?" Radit bertanya pada Viola. Radit sangat cepat tanggap dengan Viola dan tangan kanannya langsung memegang tangan kiri Viola, mata Radit juga menatap wajah Viola memastikan kondisi istrinya."Hanya sedikit sakit kepala. Aku rasa aku butuh istirahat," jawab Viola sambil memberikan sedikit senyuman kecil yang dipaksakan ke Radit, menunjukkan dia berusaha menahan sakitnya juga dengan memegang dahinya.“Ayo kembali ke kamar, istriku!" Radit bicara masih dengan menggenggam erat tangan Viola dan suara yang begitu merdu dan ramah."Bisa kita pulang ke rumah kita sekarang, suamiku?" pinta Viola masih dengan menunjukkan kondisinya yang masih lemah."Tentu saja. Kita akan pulang sekarang. Radit mengangkat tangan kiri Viola dan mengecupnya.Lalu, Radit menatap ke Bi Siti yang masih menyiapkan makanan penutup. "Bi, tolong suruh pelayan untuk mengambil koper di kamar saya dan koper di kamar Denada. Masukkan ke dalam mobil saya."Read more
SERANGAN ISTRI PERTAMA YANG KEJAM
ngan Istri Pertama yang KejamSementara Viola, sepertinya tampak terganggu dengan kedekatan Radit dan Nada. Dia menatap tak suka saat melihat tangan Radit yang memegang tangan Nada dengan erat.“Aduh, kepalaku!” seru Viola kencang, membuat Radit dan Nada sama-sama terkejut.Radit yang melihat Viola tampak kesakitan pun segera melepaskan genggaman tangannya dari tangan Nada lalu berlari menghampiri Viola.“Viola, kamu gak apa-apa?” tanya Radit khawatir.“Kepalaku sakit lagi sepertinya,” ucap Viola pura-pura lemas.“Ya sudah, kalau gitu aku bawa kamu ke kamar biar kamu bisa istirahat.” Lalu, Radit beralih menatap Nada yang masih terdiam di tempatnya."Denada! Kamu jangan mengangkat koper itu! Biar nanti Ningsih atau Parjo yang mengurus semuanya.""Ningsih, tolong bantu Denada untuk mengangkat kopernya dan antara Nada ke kamarn
Read more
FAKTA DIBALIK PERNIKAHAN MEREKA
"Su..sudah! Aku sekarang mau berganti pakaian dulu," jawab Nada terbata-bata.Saat ini Nada sibuk dengan tangan kanannya memegangi ujung handuk bagian atas dan tangan kirinya menarik ujung handuk sebelah kiri supaya lebih turun ke bawah menutup tubuh Nada bagian bawah. Panjang handuk Nada hanya sepuluh sentimeter dari bagian sensitif di bagian bawah Nada. Sehingga Nada merasa sungkan dengan penampilan seperti itu di depan Radit."Nanti saja kamu berganti pakaiannya!" Radit masuk ke ruang ganti dan menarik tangan kiri Nada untuk langsung ke tempat tidur."Kita lakukan sekarang saja supaya cepat selesai! Aku sudah menunggumu hampir setengah jam di sini! Viola akan berpikir macam-macam tentangku kalau aku terlalu lama di sini!" Radit bicara sambil melepaskan kaus dan celana yang dipakainya.Radit memperingatkan hatinya sendiri yang merasakan desiran aneh saat melihat Nada tadi keluar dari kamar mandi. Radit sebetulnya sudah ingin memanggil Nada yang tadi ber
Read more
KAMU SELALU MEMBUATKU KHAWATIR
Di saat Radit tengah melamun, tiba-tiba suara seorang wanita terdengar."Kamu lama sekali kembali! Apa karena telepon itu?""Viola!" Radit sangat kaget melihat Viola sudah berada di tangga dan menatap ke arah Radit.Radit berharap Viola tidak berpikir yang aneh-aneh karena dia terlalu lama berada di kamar Nada tadi. Radit juga tak berharap Viola banyak mendengar pembicaraannya di telepon dengan eyang Prawiryo."Aku menunggumu cukup lama, Radit. Apa yang kamu lakukan di sini? Siapa yang meneleponmu?" Viola turun ke bawah dan menghampiri Radit lalu mengalungkan tangannya di leher Radit dengan bibirnya memberikan kecupan lembut di bibir Radit setelah Viola menyelesaikan kalimatnya tadi."Maafkan aku, tadi eyang Prawiryo yang meneleponku.”Radit diam sejenak sambil merangkul pinggang ramping milik Viola. Lalu Radit melanjutkan kalimatnya, "Viola, kamu mau tidur sekarang?"Radit mengecup kembali dahi Viola dan tanpa menunggu jawaban
Read more
AKU AKAN SELALU MENUNGGUMU
Sementara itu di kampus, Nada yang baru saja datang segera berlari masuk ke ruang kelasnya."Lo dari mana aja, Nek? Kenapa jam segini baru nyampe? Tumben!" Ika mengomentari Nada yang datang dengan wajah panik, pucat, berantakan dan napas seperti habis lari maraton."Udah jangan tanya dulu deh!" Nada mengatur napasnya berusaha untuk menstabilkan napasnya kembali setelah tadi berlari sangat kencang membuatnya terengah-engah.Belum sempat Nada mengatur napasnya hingga stabil kembali, dosen pun sudah memasuki ruangan dan pelajaran akhirnya dimulai. Semua peserta kuliah kembali diam dan khusyuk pada pelajaran yang sedang dibahas oleh dosen.Untuk tiga jam pelajaran tidak ada seorang pun yang berani bicara. Karena pelajaran ini adalah pelajaran tersulit pada semester ini, yaitu Urologi, Andrologi dan Ginekologi. Mata kuliah 6 SKS ini cukup menakutkan untuk mereka semua di kelas.Beruntung pelajaran kali ini dapat diselesaikan tanpa ada masalah bagi Nada.
Read more
DIA SUDAH MEMILIKI PACAR!?
Nada lalu menengadahkan kepalanya, dan dia langsung berjengkit kaget saat melihat siapa sosok yang ada di hadapannya sekarang. Dia bahkan menjatuhkan nampan yang sedang dipegang olehnya, untung saja sudah tidak ada gelas ataupun piring di nampan itu.'Haduh, kenapa Radit bisa ada di sini? Apa yang dilakukan di sini? Kenapa dia beli makanan di sini? Ini kan jauh dari rumahnya? Aduh mau apa sih orang ini! Kenapa dia bisa ada di tempat kerja part timeku?'Berbagai pertanyaan ada di dalam otak Nada yang tak dapat dijawab olehnya. Nada hanya bengong menatap wajah Radit dengan ekspresi kaget dan takut."Ambil nampan ini!" Radit mengambilkan nampan yang jatuh di lantai dan memberikannya lagi kepada Nada."Eh iya, maaf!" Nada segera mengambil nampannya, membungkuk hormat lalu hendak meninggalkan Radit. Tapi tertahan karena suara Radit yang membuka pembicaraan lagi dengan Nada."Kamu bekerja part time di sini?" tanya Radit sebelum Nada membalikan badan untu
Read more
AKU CEMBURU DENGAN PACARMU ITU
a kaget gitu?" Tia mengernyitkan dahinya melihat kelakuan Radit dan Dimas yang sama-sama terkejut ketika mendengar penjelasan dari Ando."Lo serius kalau Nada udah punya pacar?" Dimas bertanya lebih dahulu, sangat penasaran kepada Ando."Seriuslah! Nggak mungkin gue bisa kenal sama mahasiswa kedokteran kayak dia kalau bukan dari keponakan gue si Dewa! Lagian, mana mungkin kita terima part time kalau bukan karena mau ngebantuin keponakan gue itu," jawab Ando kepada Dimas."Yah, gue telat dong! Eh, nggak juga, gue gak boleh nyerah! Selama janur kuning belum melengkung, enggak ada kata telat buat Dimas! Hahaha!" ucap Dimas menyemangati dirinya sendiri lalu berdiri mau meninggalkan ketiga sahabatnya menuju ke arah di mana Nada berdiri."Dimas! Jangan kamu ganggu Nada!" Ando segera memegang tangan Dimas melarang Dimas untuk mendekat ke arah Nada, lalu melanjutkan kalimatnya, "Keponakanku sangat serius dengannya, aku mohon carilah wanita lain selain dia! Dewa b
Read more