Bab 105
Author: Ipak Munthe
last update2022-06-12 13:03:50

Adam dan Renata kini tinggal di apartemen, demi menjaga privasi rumah tangga dan ingin menghangatkan keluarga kecil mereka.

Hampir dua bulan keduanya tinggal berdua saja, hari-hari Adam hanya bekerja dan Renata. Itu saja.

Begitu pun saat ini, sekembalinya dari rumah sakit keduanya duduk sambil menonton televisi yang menyala.

Renata tersenyum bahagia merasa Adam sudah kembali menjadi miliknya, tanpa Kinanti yang selama ini menjadi benalu dalam pernikahannya.

Jika Renata terus tersenyum bahagia s
Continue to read this book for free
Scan the code to download the app

Latest Chapter

  • Ucapan Terima Kasih

    Hay semuanya.Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan sang pencipta.Saya ucapkan terima kasih kepada semua para pembaca setia saya, dimana kalian sudah mengikuti cerita ini sampai selesai.Sedikit bercerita tentang buku ini.Saya tidak pernah menyangka bahwa novel ini bisa mendapatkan banyak pembaca.Menurut saya pribadi, pembaca sampai 3M itu tidak sedikit dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.Di buku ini banyak kekurangannya, mulai dari tulisan dan juga mungkin isi yang kurang berkenan di hati pembaca setia saya ucapkan maaf kepada kalian semua.Namun, saya juga ingin mengatakan bahwa, saya bukan seorang penulis hebat.Saya pun tidak pernah hobi dalam menulis, begitu juga dengan membaca.Kedua hal ini sangat saya hindari sejak dulu.Tetapi, mendadak hati saya tertantang karena pernah membaca novel yang menurut saya tidak masuk akal.Hingga saya pun memutuskan untuk menuliskan sebuah buku.Dari sana saya mulai berpikir bahwa menulis tidak seburuk dan melelahkan seperti yan

  • Bab 669

    Kinanti berdiri di balkon kamarnya, malam terasa semakin dingin. Namun, matanya engan terpejam, bayang-bayang luka penuh dengan nestapa membuatnya kembali pada masa lalu yang sudah lama terkubur dalam.Kejadian itu yang menyeretnya masuk pada kehidupan Adam, keinginan ingin pergi jauh dan melupakan apa yang terlah terjadi justru semua tidak sesuai dengan harapan.Nyatanya, semakin mencoba untuk menjauh, semakin banyak pula rintangan yang dia lalui.Hingga, akhirnya benar-benar tak bisa lepas dari jerat Adam.Semuanya tak sampai dengan baik-baik saja, nyatanya luka berbalut air mata begitu menusuknya hingga seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena, kenyataan terus saja memaksa, meskipun luka yang tertusuk sudah tak mampu lagi untuk di tahan."Sayang."Kehadiran Adam membuat Kinanti pun tersadar dari lamunanya.Lamunan yang membuatnya hanyut dalam masa lalu untuk sejenak saja.Sejenak namun cukup membuat dirinya merasa kembali pada masa lalu itu."Mas, udah pulang?""Udah, dari

  • Bab 668

    Bulir-bulir air mata pun jatuh dari pelupuk mata, Mentari begitu terharu saat dokter mengatakan dirinya tengah berbadan dua.Bahkan kehamilannya sudah memasuki 6 Minggu.Selama ini sering kali merasa tidak nyaman pada bagian perutnya, tapi Mentari memilih tidak perduli.Hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang memeriksa pasiennya.Bertapa dirinya begitu terkejut bercampur bahagia karena mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.Di saat beneran bulan yang lalu program kehamilan yang telah di jalaninya gagal, membuat harapannya seakan berakhir pula dengan putus asa."Sayang, kamu baik-baik saja?"Fikri yang baru saja sampai di buat bingung karena melihat tingkah istrinya.Dirinya sengaja meninggalkan rapat karena mengetahui keadaan Mentari yang sempat tidak sadarkan diri."Abang, Tari hamil," Mentari langsung menghambur memeluk suaminya.Rasanya sungguh sangat luar biasa dan membuat bahagia tanpa bisa di tutupi sama sekali.Begitu pun juga dengan Fikri yang begitu terkejut mendengarnya."

  • Bab 667

    "Tidak usah terbebani dengan yang saya katakan, ya sudahlah. Karena, kalian pun sudah menikah dan Mami minta hadiah aja dari kalian. Cepat berikan Mami cucu ya," ujar Zahra.Membuat Sarah terkejut mendengarnya, sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang semua itu.Bahkan Zahra sendiri yang meminta padanya, Zahra menyadari keterkejutan yang dirasakan oleh Sarah.Tapi Zahra tidak perduli sama sekali, karena menantunya dan juga anaknya harus meminta maaf padanya."Kalian berdua harus berjuang keras untuk cucu, kalau tidak Mami pingsan lagi."Mata Sarah pun melebar mendengarnya, sungguh ini adalah sesuatu yang teramat sangat tidak pernah terlintas di benaknya."Tante, jangan pingsan lagi. Saya akan merasa bersalah nanti," kata Sarah dengan panik."Tante?"Zahra pun bertanya karena kesal Sarah memanggilnya dengan sebutan --Tante--Sarah yang terlalu panik, kini bercampur bingung hanya bisa diam karena tidak mengerti."Mami! Kamu panggil saya, Mami. Seperti suami mu!" Tegas Zahra.

  • Bab 666

    Sarah pun melihat Dava dengan wajah cemas, perasaannya masih saja tidak tenang karena memikirkan keadaan Zahra.Merasa bersalah karena membuat Zahra sampai jatuh pingsan, bahkan kedua tangannya saling meremas.Bertambah lagi keringat dingin yang terus saja membanjiri tubuhnya."Mami, mau ketemu sama kamu."Dava pun memegang tangan Sarah, berniat untuk pergi bersama dengan dirinya menunju kamar kedua orang tuanya.Dimana Zahra sudah menunggu di sana, sungguh Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.Rasa bersalah terlalu besar di hatinya, hingga dirinya menjadi demikian."Kenapa?" Dava pun mengurungkan langkah kakinya saat akan melangkah.Karena, Sarah yang hanya tampak diam. Sepertinya tidak ingin untuk ikut dengan dirinya."Pak Dava, aku pulang aja, ya," kata Sarah dengan ragu."Kenapa? Mami, mau bertemu dengan kamu.""Sarah, nggak berani, Pak. Sarah, takut."Dava pun memilih untuk menatap wajah Sarah dengan serius, dirinya mengerti dengan keadaan Sarah saat ini."Kam

  • Bab 665

    "Mami, abis mimpi. Mimpi aneh, dalam mimpinya kamu tiba-tiba pulang bawa istri," Zahra pun memijat kepalanya yang masih terasa pusing.Dirinya melihat Dava yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.Seakan wanita itu benar-benar terbangun dari tidur dan juga mimpi buruknya yang cukup menyeramkan itu."Gimana bawa istri? Menikah juga belum, Mami pusing kenapa bisa bermimpi seperti itu? Mungkin, karena terlalu lelah. Mami, butuh istirahat, soalnya mimpinya seperti nyata," Zahra pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali.Menenangkan diri setelah terbangun dari hal yang dia anggap adalah sebuah mimpi.Lantas bagaimana dengan Dava setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra?Dava pun berjalan ke arah Zahra, kemudian duduk di sisi ranjang berdekatan dengan sang Mami.Dava ingin berbicara dengan serius, berharap pula tidak lagi pingsan. Bagaimana pun dirinya memang salah, menikah tanpa meminta izin kepada orang tuanya sama sekali. Sangat tidak dibenarkan.Maka dari itu Dava ingin dimaafkan

More Chapter

Reader Comments

Kasihan juga sama Adam, dapat Renata yg tidak orisinil lagi, tp merasa paling benar.. Dengan ancaman bunuh diri dll utk mengikat Adam.. Sementara Adam tidak menyadari kalau sufah jatuh cinta dg Kinanti..

rasain loh ikutin itu kemauan Renata yg g boleh ngeliat anak kandung nya .gpp kmu lupain fikri .dn biar fikri juga g kenal ayah yg d kenal Bayu dn blum tentu anak yg kandung Renata akan berhasil ada .mudah2an k guguran biar berdua sengsara

Kalau bisa di akip aku ingin skip baca part adam Renato tapi ngak bisa, bikin mual aja nih part

ada ngak novelnya...mau di beli

perempuan seperti Renata tdk punya hati, coba bayangkan klo di posisimu Kinanti dan anak nya berada bagai apa yg kamu rasakan

lg seru baca pk koin mlu2 bosen jg lama2

lama2 bosan juga ini baca novel ini,gara2 koin melulu

ceritanya bertele2 koinnya naik,ceritanya sedikit

hadeh banyakkan koinnya bacanya jd nanggung...

adam kalau kamu gila jangan ajak"kinanti.kinanti udah move on sekarang lagi belajar bahagia itu derita lu kalau sekarang tersiksa ... renata juga gila melarang bapak ketemu anaknya belum tentu juga anak lu lahir dan hidup secara lu julid ...

Kinanti yg penurut tanpa menuntut tapi tidak di anggap dan tidak dihargai. skrg nikmatilah penyesalanmu Adam!

renata ngak fikiran.. kalau anaknya dibuat demikian, menghalang adam menemui fikri

kasiaan deh adam

buat renata keguguran , thorr,terlalau egois ,masah adam di larang ketemu sama fikri,buat keguguran tu si renata,spy adam menyesal sekali karna telah mengikuti saran isrti tercintanyavut tdk menemui fikri

penyesalan akan datang terlambat klo di awal namanya pendaftaran...

koinnya naek lagi yaaak

adam kamu akan mati secara perlahan............

emg enak! hahahaha ............

dah malas'memberi komentar karena itu aja cerita.pingin lihat Adam dan Renata menderita seperti di rasakan oleh Kinanti tidak pernah sedikitpun.

menyesal kan adam ceràikan kinanti

hahaha..adam2 mulai jatuh cinta dan nyesal krn sdh talak kinan.

Adam seharus pempunyai pendirian yang kuat sebagai suami untuk berlaku adil..sekarang rasai Adam merindui fikri ngak boleh ketemu kerana takut kehilangan Renata..

jahat banget ybse renata

cerita yg selalu d nantikan

masa harus beli koin lg saya kira beli 120rb bisa berlangganan 1/2bulan gitu. blm selesai cerita harus beli koin lg

kok makin ke sini koinya makin bertambh...ah gk seru klw gtu...masih banyak novel lain yg gratisan...

Beda dong rasanya yg bekas org sama rasa yg msh ting-ting Dam! Apalagi Kinanti ga pernah nuntut seperti Renata yg egois tp ga tau diri! Renata bisanya ngatain Kinanti pelakor tp dirinya sendiri justru yg murahan!!

ya iya lah....kmu dpt kinanti yg msh ting2, jelas aja lain rasanya, g mudah dilupakan

kayak kena pelet aja ni adam hahah

mulai jatuh cinta tu s Adam ma Kinanti

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on MegaNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
Scan code to read on App