Bab 109
Author: Ipak Munthe
last update2022-06-14 16:58:44

"Kamu nggak papa, kan?" Zidan merasa semua harus di luruskan, mengingat dirinya akan semakin bersalah jika tidak mengatakan segala kebenaran pada Kinanti.

"Kinanti, bisa aku berbicara?"

Dengan ragu Zidan menatap wajah Kinanti. Tetapi, lagi-lagi ingin mengakui jika dirinya adalah penyebab utama dari permasalahan yang terjadi.

"Tidak usah sekarang Dok, saya ingin sendiri dulu."

"Tidak bisa, kamu harus mendengarkan aku."

Kinanti sejenak diam menimbang raut wajah Zidan terlihat memohon padanya, hin
Continue to read this book for free
Scan the code to download the app

Latest Chapter

  • Ucapan Terima Kasih

    Hay semuanya.Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan sang pencipta.Saya ucapkan terima kasih kepada semua para pembaca setia saya, dimana kalian sudah mengikuti cerita ini sampai selesai.Sedikit bercerita tentang buku ini.Saya tidak pernah menyangka bahwa novel ini bisa mendapatkan banyak pembaca.Menurut saya pribadi, pembaca sampai 3M itu tidak sedikit dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.Di buku ini banyak kekurangannya, mulai dari tulisan dan juga mungkin isi yang kurang berkenan di hati pembaca setia saya ucapkan maaf kepada kalian semua.Namun, saya juga ingin mengatakan bahwa, saya bukan seorang penulis hebat.Saya pun tidak pernah hobi dalam menulis, begitu juga dengan membaca.Kedua hal ini sangat saya hindari sejak dulu.Tetapi, mendadak hati saya tertantang karena pernah membaca novel yang menurut saya tidak masuk akal.Hingga saya pun memutuskan untuk menuliskan sebuah buku.Dari sana saya mulai berpikir bahwa menulis tidak seburuk dan melelahkan seperti yan

  • Bab 669

    Kinanti berdiri di balkon kamarnya, malam terasa semakin dingin. Namun, matanya engan terpejam, bayang-bayang luka penuh dengan nestapa membuatnya kembali pada masa lalu yang sudah lama terkubur dalam.Kejadian itu yang menyeretnya masuk pada kehidupan Adam, keinginan ingin pergi jauh dan melupakan apa yang terlah terjadi justru semua tidak sesuai dengan harapan.Nyatanya, semakin mencoba untuk menjauh, semakin banyak pula rintangan yang dia lalui.Hingga, akhirnya benar-benar tak bisa lepas dari jerat Adam.Semuanya tak sampai dengan baik-baik saja, nyatanya luka berbalut air mata begitu menusuknya hingga seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena, kenyataan terus saja memaksa, meskipun luka yang tertusuk sudah tak mampu lagi untuk di tahan."Sayang."Kehadiran Adam membuat Kinanti pun tersadar dari lamunanya.Lamunan yang membuatnya hanyut dalam masa lalu untuk sejenak saja.Sejenak namun cukup membuat dirinya merasa kembali pada masa lalu itu."Mas, udah pulang?""Udah, dari

  • Bab 668

    Bulir-bulir air mata pun jatuh dari pelupuk mata, Mentari begitu terharu saat dokter mengatakan dirinya tengah berbadan dua.Bahkan kehamilannya sudah memasuki 6 Minggu.Selama ini sering kali merasa tidak nyaman pada bagian perutnya, tapi Mentari memilih tidak perduli.Hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang memeriksa pasiennya.Bertapa dirinya begitu terkejut bercampur bahagia karena mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.Di saat beneran bulan yang lalu program kehamilan yang telah di jalaninya gagal, membuat harapannya seakan berakhir pula dengan putus asa."Sayang, kamu baik-baik saja?"Fikri yang baru saja sampai di buat bingung karena melihat tingkah istrinya.Dirinya sengaja meninggalkan rapat karena mengetahui keadaan Mentari yang sempat tidak sadarkan diri."Abang, Tari hamil," Mentari langsung menghambur memeluk suaminya.Rasanya sungguh sangat luar biasa dan membuat bahagia tanpa bisa di tutupi sama sekali.Begitu pun juga dengan Fikri yang begitu terkejut mendengarnya."

  • Bab 667

    "Tidak usah terbebani dengan yang saya katakan, ya sudahlah. Karena, kalian pun sudah menikah dan Mami minta hadiah aja dari kalian. Cepat berikan Mami cucu ya," ujar Zahra.Membuat Sarah terkejut mendengarnya, sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang semua itu.Bahkan Zahra sendiri yang meminta padanya, Zahra menyadari keterkejutan yang dirasakan oleh Sarah.Tapi Zahra tidak perduli sama sekali, karena menantunya dan juga anaknya harus meminta maaf padanya."Kalian berdua harus berjuang keras untuk cucu, kalau tidak Mami pingsan lagi."Mata Sarah pun melebar mendengarnya, sungguh ini adalah sesuatu yang teramat sangat tidak pernah terlintas di benaknya."Tante, jangan pingsan lagi. Saya akan merasa bersalah nanti," kata Sarah dengan panik."Tante?"Zahra pun bertanya karena kesal Sarah memanggilnya dengan sebutan --Tante--Sarah yang terlalu panik, kini bercampur bingung hanya bisa diam karena tidak mengerti."Mami! Kamu panggil saya, Mami. Seperti suami mu!" Tegas Zahra.

  • Bab 666

    Sarah pun melihat Dava dengan wajah cemas, perasaannya masih saja tidak tenang karena memikirkan keadaan Zahra.Merasa bersalah karena membuat Zahra sampai jatuh pingsan, bahkan kedua tangannya saling meremas.Bertambah lagi keringat dingin yang terus saja membanjiri tubuhnya."Mami, mau ketemu sama kamu."Dava pun memegang tangan Sarah, berniat untuk pergi bersama dengan dirinya menunju kamar kedua orang tuanya.Dimana Zahra sudah menunggu di sana, sungguh Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.Rasa bersalah terlalu besar di hatinya, hingga dirinya menjadi demikian."Kenapa?" Dava pun mengurungkan langkah kakinya saat akan melangkah.Karena, Sarah yang hanya tampak diam. Sepertinya tidak ingin untuk ikut dengan dirinya."Pak Dava, aku pulang aja, ya," kata Sarah dengan ragu."Kenapa? Mami, mau bertemu dengan kamu.""Sarah, nggak berani, Pak. Sarah, takut."Dava pun memilih untuk menatap wajah Sarah dengan serius, dirinya mengerti dengan keadaan Sarah saat ini."Kam

  • Bab 665

    "Mami, abis mimpi. Mimpi aneh, dalam mimpinya kamu tiba-tiba pulang bawa istri," Zahra pun memijat kepalanya yang masih terasa pusing.Dirinya melihat Dava yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.Seakan wanita itu benar-benar terbangun dari tidur dan juga mimpi buruknya yang cukup menyeramkan itu."Gimana bawa istri? Menikah juga belum, Mami pusing kenapa bisa bermimpi seperti itu? Mungkin, karena terlalu lelah. Mami, butuh istirahat, soalnya mimpinya seperti nyata," Zahra pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali.Menenangkan diri setelah terbangun dari hal yang dia anggap adalah sebuah mimpi.Lantas bagaimana dengan Dava setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra?Dava pun berjalan ke arah Zahra, kemudian duduk di sisi ranjang berdekatan dengan sang Mami.Dava ingin berbicara dengan serius, berharap pula tidak lagi pingsan. Bagaimana pun dirinya memang salah, menikah tanpa meminta izin kepada orang tuanya sama sekali. Sangat tidak dibenarkan.Maka dari itu Dava ingin dimaafkan

More Chapter

Reader Comments

iy sih koiny mhal bgt lma lma mles jga

koin nambah terus lama lama pada kabur yg baca

koin tambah nambah, cuma 1 bab bisa dibaca.. hadeuuuh 9 koin aja banyak apalagi smpe 14 koin.

koinnya ko tambah kesini tambah mahal si kesel amat jadinya,

iyaa bener2 bikin memaksa berpaling krna nguras kantong bgd

cerita yang bagus

bener kata Serena sekslian k guguran itu perempuan jahst dn g bisa d pertahankan .kasian anak nya mempuntai ibu seperti itu

............thor

makin seruuuu bikin penasarann ......thor

saran aja sih min, mending koin nya di kurangin kyk kemarin aja, karna jujur sihh, koin 9 aja udah cukup menguras apa lagi sampe 14, walaupun kita emang menikmati karya karya mu, tpi semakin di baca semakin membuat dompet kosong ...,, kalu gini terus cukup liat bbrpa eps lagi, semua pembaca pada perg

nangis terus

kenapa koin nya makin namba..mahal amat

Kinanti terus di buli kapan dia bisa bahagia dan merasakan keluarga yg lengkap seperti keluarga pada umum nya, kasihan membaca nasip mu Kinanti

koin..koin...bonus...bonus...kpn bacanya

ceritanya bagus,tapi koin lagi

koin nya dinaikkan terus......... nak nagis je la.. udah dapet banyak koin tapi makin hari koinnya makin naik. jadi baca dikit tiap harinya

kenapasih biasanya jam segini ada iklan tapi sekrang belum adajuga sih

waduuuuuhhh renata jadi keguguran akibat perbuatannya sendiri

semoga Aman sentosa semuanya

bikin emosi.. baca br dua bab da susah lg.. mnding tdk ush baca..

banyak sekali pake koin,kalau boleh saran kurangi pi koin nya,spy agak banyak buka bab nya

aduh koin nye makin naik terus....g mana baca nye ...

siapa suruh Renata ngamuk ngamuk

apa Renata keguguran?

setelah membaca di web meskipun setiap babnya cuma sepanggal2,setidaknya sudah tau kemana arah ceritanya..dimana yg nantinya Adam bercerai dg Renata,dan Adam kecelakaan sampe koma.renata juga akhirnya menikah dg Zidan,dan yg ku tunggu" Kinanti menikah dg Adam..akhirnya bisa tidur nyenyak malam in...

koinnya kenapa tambah banyak terus sih..seharusnya jgn dinaikkan teruslah koinnya. supaya orang tetap menjadi pembaca novel di aplikasi ini.nah,ini sekarang koin tiap bab naik terus....

say malah berhenti di 108 tdk bisa dibuka lagi

yang paling bersalah disini adalah renata dan zidan, mereka menjalin hubungan di belakang adam sampai akhirnya adam mantap untuk menikahi renata dan itu membuat Zidan murka sampai hilang kendali.. jadi kinan dan adam adalah korban dari mereka berdua

gimana sih..ini top up trs..baru 2 atau 3 BAB...

Thor,,syukaaa bgt ceritanya bagus,bikin penasaran tp sayang makin ksini koinnya jg mkn bnyk ...

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on MegaNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
Scan code to read on App