Bab 171
Author: Ipak Munthe
last update2022-07-26 19:13:46

Mendengar kabar yang sangat membahagiakan akan kehamilan putrinya tentu sangatlah membahagiakan.

Apa lagi ini adalah kebahagiaan yang di tunggu selama ini.

Irma segera meninggalkan butiknya untuk memeluk putrinya dan mengucapkan selamat.

"Akhirnya jeng Irma datang," Mala menyambut dengan antusias, calon nenek itu tanpa sangat bahagia menarik cucu pertamanya.

"Jeng selamat ya, akhirnya akan jadi nenek," keduanya berpelukan penuh bahagia, kedepannya akan menantikan kehadiran anggota keluarga bar
Continue to read this book for free
Scan the code to download the app

Latest Chapter

  • Ucapan Terima Kasih

    Hay semuanya.Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan sang pencipta.Saya ucapkan terima kasih kepada semua para pembaca setia saya, dimana kalian sudah mengikuti cerita ini sampai selesai.Sedikit bercerita tentang buku ini.Saya tidak pernah menyangka bahwa novel ini bisa mendapatkan banyak pembaca.Menurut saya pribadi, pembaca sampai 3M itu tidak sedikit dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.Di buku ini banyak kekurangannya, mulai dari tulisan dan juga mungkin isi yang kurang berkenan di hati pembaca setia saya ucapkan maaf kepada kalian semua.Namun, saya juga ingin mengatakan bahwa, saya bukan seorang penulis hebat.Saya pun tidak pernah hobi dalam menulis, begitu juga dengan membaca.Kedua hal ini sangat saya hindari sejak dulu.Tetapi, mendadak hati saya tertantang karena pernah membaca novel yang menurut saya tidak masuk akal.Hingga saya pun memutuskan untuk menuliskan sebuah buku.Dari sana saya mulai berpikir bahwa menulis tidak seburuk dan melelahkan seperti yan

  • Bab 669

    Kinanti berdiri di balkon kamarnya, malam terasa semakin dingin. Namun, matanya engan terpejam, bayang-bayang luka penuh dengan nestapa membuatnya kembali pada masa lalu yang sudah lama terkubur dalam.Kejadian itu yang menyeretnya masuk pada kehidupan Adam, keinginan ingin pergi jauh dan melupakan apa yang terlah terjadi justru semua tidak sesuai dengan harapan.Nyatanya, semakin mencoba untuk menjauh, semakin banyak pula rintangan yang dia lalui.Hingga, akhirnya benar-benar tak bisa lepas dari jerat Adam.Semuanya tak sampai dengan baik-baik saja, nyatanya luka berbalut air mata begitu menusuknya hingga seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena, kenyataan terus saja memaksa, meskipun luka yang tertusuk sudah tak mampu lagi untuk di tahan."Sayang."Kehadiran Adam membuat Kinanti pun tersadar dari lamunanya.Lamunan yang membuatnya hanyut dalam masa lalu untuk sejenak saja.Sejenak namun cukup membuat dirinya merasa kembali pada masa lalu itu."Mas, udah pulang?""Udah, dari

  • Bab 668

    Bulir-bulir air mata pun jatuh dari pelupuk mata, Mentari begitu terharu saat dokter mengatakan dirinya tengah berbadan dua.Bahkan kehamilannya sudah memasuki 6 Minggu.Selama ini sering kali merasa tidak nyaman pada bagian perutnya, tapi Mentari memilih tidak perduli.Hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang memeriksa pasiennya.Bertapa dirinya begitu terkejut bercampur bahagia karena mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.Di saat beneran bulan yang lalu program kehamilan yang telah di jalaninya gagal, membuat harapannya seakan berakhir pula dengan putus asa."Sayang, kamu baik-baik saja?"Fikri yang baru saja sampai di buat bingung karena melihat tingkah istrinya.Dirinya sengaja meninggalkan rapat karena mengetahui keadaan Mentari yang sempat tidak sadarkan diri."Abang, Tari hamil," Mentari langsung menghambur memeluk suaminya.Rasanya sungguh sangat luar biasa dan membuat bahagia tanpa bisa di tutupi sama sekali.Begitu pun juga dengan Fikri yang begitu terkejut mendengarnya."

  • Bab 667

    "Tidak usah terbebani dengan yang saya katakan, ya sudahlah. Karena, kalian pun sudah menikah dan Mami minta hadiah aja dari kalian. Cepat berikan Mami cucu ya," ujar Zahra.Membuat Sarah terkejut mendengarnya, sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang semua itu.Bahkan Zahra sendiri yang meminta padanya, Zahra menyadari keterkejutan yang dirasakan oleh Sarah.Tapi Zahra tidak perduli sama sekali, karena menantunya dan juga anaknya harus meminta maaf padanya."Kalian berdua harus berjuang keras untuk cucu, kalau tidak Mami pingsan lagi."Mata Sarah pun melebar mendengarnya, sungguh ini adalah sesuatu yang teramat sangat tidak pernah terlintas di benaknya."Tante, jangan pingsan lagi. Saya akan merasa bersalah nanti," kata Sarah dengan panik."Tante?"Zahra pun bertanya karena kesal Sarah memanggilnya dengan sebutan --Tante--Sarah yang terlalu panik, kini bercampur bingung hanya bisa diam karena tidak mengerti."Mami! Kamu panggil saya, Mami. Seperti suami mu!" Tegas Zahra.

  • Bab 666

    Sarah pun melihat Dava dengan wajah cemas, perasaannya masih saja tidak tenang karena memikirkan keadaan Zahra.Merasa bersalah karena membuat Zahra sampai jatuh pingsan, bahkan kedua tangannya saling meremas.Bertambah lagi keringat dingin yang terus saja membanjiri tubuhnya."Mami, mau ketemu sama kamu."Dava pun memegang tangan Sarah, berniat untuk pergi bersama dengan dirinya menunju kamar kedua orang tuanya.Dimana Zahra sudah menunggu di sana, sungguh Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.Rasa bersalah terlalu besar di hatinya, hingga dirinya menjadi demikian."Kenapa?" Dava pun mengurungkan langkah kakinya saat akan melangkah.Karena, Sarah yang hanya tampak diam. Sepertinya tidak ingin untuk ikut dengan dirinya."Pak Dava, aku pulang aja, ya," kata Sarah dengan ragu."Kenapa? Mami, mau bertemu dengan kamu.""Sarah, nggak berani, Pak. Sarah, takut."Dava pun memilih untuk menatap wajah Sarah dengan serius, dirinya mengerti dengan keadaan Sarah saat ini."Kam

  • Bab 665

    "Mami, abis mimpi. Mimpi aneh, dalam mimpinya kamu tiba-tiba pulang bawa istri," Zahra pun memijat kepalanya yang masih terasa pusing.Dirinya melihat Dava yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.Seakan wanita itu benar-benar terbangun dari tidur dan juga mimpi buruknya yang cukup menyeramkan itu."Gimana bawa istri? Menikah juga belum, Mami pusing kenapa bisa bermimpi seperti itu? Mungkin, karena terlalu lelah. Mami, butuh istirahat, soalnya mimpinya seperti nyata," Zahra pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali.Menenangkan diri setelah terbangun dari hal yang dia anggap adalah sebuah mimpi.Lantas bagaimana dengan Dava setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra?Dava pun berjalan ke arah Zahra, kemudian duduk di sisi ranjang berdekatan dengan sang Mami.Dava ingin berbicara dengan serius, berharap pula tidak lagi pingsan. Bagaimana pun dirinya memang salah, menikah tanpa meminta izin kepada orang tuanya sama sekali. Sangat tidak dibenarkan.Maka dari itu Dava ingin dimaafkan

More Chapter

Reader Comments

kasian km Renata... Lanjut thoor

adam dan kinanti kmn...

bagus kmu papa Jerma lebih baik Renata pergi dr rmh itu dn biar Zidan nyesel sampe k ubun2 laki2 iblis itu biar cepet kena karma nya semoga sehat2 anak yg dlm kandungan Renata sehat2 terus ...

buat Zidan jera

ya Allah aku nyesek ikutan nangis melihat kesedihan bu Irma mengetahui putrinya diperlakukan tidak manusiawi sama suaminya sendiri

sakit bukan main hati aku .. ......sesak dada rasanya

puas kamu Zidan semoga gak benaran Renata berpisah sama Zidan, kasihan anak mereka nantinya

aku bisa larut dalam cerita dan nangis sesenggukan, gak kalah ceritanya sama Drakor2...

bikin mewekk ....

bagus crtnya bikin baper,,,

kenapa 1 bab sahaja? selama ni 2 bab kan?

sedih sekali,aku sampai nangis, moga kehamilan Renata selamat sampai melahirkan anak nya,,,

thorr semkin seru crtanya... ayoo nmbh gratisn n koinny jgaaa doonk

ngeselin bgt lama², udh nonton video iklan Hampir hbs ttp aja gak kebuka... lama² curang !!

aku nangis ga brenti2 .. 🥲🥲

sakitnya kinan di bayar tunai sm renata .. semoga renata cerai sm zidan lalu menikah dengan dokter ferdinan & tdk balikan lg sm zidan biar zidan menyesal

renata yg sekarang adalah kinanti yg dulu, kalian pasti masih ingat perlakuan adam kepada kinanti saat masi sama renata, dan hebatnya Kinanti lbh kuat dr Renata

renata kyak kena karma,,dulu kinanti waktu hamil juga sendiri,,karna renata tak merbolehkan adam deket" kinanti,,sekarang giliran dia hamil punya suami,,mla suaminya memperlakukan dgn tidak baik,,bahkan gk mengakui anak yg dlam kandungan Renata,,

aku ga brenti nangis loh.........

Renata malang banget ya nasib nya, sebelumnya kehilangan suami yg di cintai nya Adam,dan sekarang malah punya suami lg yang jahat

kenapa Zidan jadi jahat sih

kok zidan sama renata mulu yang dibahas

kenapa sih zidan jahat banget gak berubah2 :'( ya Allah bodoh banget kau zidan

Update lah cepat... Ngak sabar nungguin lama2

lagi menunggu update

Updatenya kaaakkk

Mana updatenya.. Dari siang ke malam nunggu

lambatnya nk tgu eoisod br

thor manaaaaa lanjutannya aq dr tadi bolak balik ngecek udah ga sabar thor

mana ni thor lanjutannya

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on MegaNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
Scan code to read on App