Bab 546
Author: Ipak Munthe
last update2023-02-28 21:43:14

Pagi harinya Nada pun terbangun dengan wajah pucatnya, tersadar pakaiannya ternyata masih yang semalam.

Segera Nada pun menuruni ranjang untuk mengganti pakaiannya, meskipun langkah kakinya terasa berat seiring dengan kepalanya yang masih pusing.

Belum lagi kamar yang berantakan karena beling yang berserakan di mana-mana.

Semetara Tama entah di mana keberadaannya, hingga tanpa sengaja Nada pun menginjak serpihan guci.

"Ah," Nada pun terkejut merasa sakit pada kakinya.

Dan sedikit membungkuk unt
Continue to read this book for free
Scan the code to download the app

Latest Chapter

  • Ucapan Terima Kasih

    Hay semuanya.Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan sang pencipta.Saya ucapkan terima kasih kepada semua para pembaca setia saya, dimana kalian sudah mengikuti cerita ini sampai selesai.Sedikit bercerita tentang buku ini.Saya tidak pernah menyangka bahwa novel ini bisa mendapatkan banyak pembaca.Menurut saya pribadi, pembaca sampai 3M itu tidak sedikit dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.Di buku ini banyak kekurangannya, mulai dari tulisan dan juga mungkin isi yang kurang berkenan di hati pembaca setia saya ucapkan maaf kepada kalian semua.Namun, saya juga ingin mengatakan bahwa, saya bukan seorang penulis hebat.Saya pun tidak pernah hobi dalam menulis, begitu juga dengan membaca.Kedua hal ini sangat saya hindari sejak dulu.Tetapi, mendadak hati saya tertantang karena pernah membaca novel yang menurut saya tidak masuk akal.Hingga saya pun memutuskan untuk menuliskan sebuah buku.Dari sana saya mulai berpikir bahwa menulis tidak seburuk dan melelahkan seperti yan

  • Bab 669

    Kinanti berdiri di balkon kamarnya, malam terasa semakin dingin. Namun, matanya engan terpejam, bayang-bayang luka penuh dengan nestapa membuatnya kembali pada masa lalu yang sudah lama terkubur dalam.Kejadian itu yang menyeretnya masuk pada kehidupan Adam, keinginan ingin pergi jauh dan melupakan apa yang terlah terjadi justru semua tidak sesuai dengan harapan.Nyatanya, semakin mencoba untuk menjauh, semakin banyak pula rintangan yang dia lalui.Hingga, akhirnya benar-benar tak bisa lepas dari jerat Adam.Semuanya tak sampai dengan baik-baik saja, nyatanya luka berbalut air mata begitu menusuknya hingga seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena, kenyataan terus saja memaksa, meskipun luka yang tertusuk sudah tak mampu lagi untuk di tahan."Sayang."Kehadiran Adam membuat Kinanti pun tersadar dari lamunanya.Lamunan yang membuatnya hanyut dalam masa lalu untuk sejenak saja.Sejenak namun cukup membuat dirinya merasa kembali pada masa lalu itu."Mas, udah pulang?""Udah, dari

  • Bab 668

    Bulir-bulir air mata pun jatuh dari pelupuk mata, Mentari begitu terharu saat dokter mengatakan dirinya tengah berbadan dua.Bahkan kehamilannya sudah memasuki 6 Minggu.Selama ini sering kali merasa tidak nyaman pada bagian perutnya, tapi Mentari memilih tidak perduli.Hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang memeriksa pasiennya.Bertapa dirinya begitu terkejut bercampur bahagia karena mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.Di saat beneran bulan yang lalu program kehamilan yang telah di jalaninya gagal, membuat harapannya seakan berakhir pula dengan putus asa."Sayang, kamu baik-baik saja?"Fikri yang baru saja sampai di buat bingung karena melihat tingkah istrinya.Dirinya sengaja meninggalkan rapat karena mengetahui keadaan Mentari yang sempat tidak sadarkan diri."Abang, Tari hamil," Mentari langsung menghambur memeluk suaminya.Rasanya sungguh sangat luar biasa dan membuat bahagia tanpa bisa di tutupi sama sekali.Begitu pun juga dengan Fikri yang begitu terkejut mendengarnya."

  • Bab 667

    "Tidak usah terbebani dengan yang saya katakan, ya sudahlah. Karena, kalian pun sudah menikah dan Mami minta hadiah aja dari kalian. Cepat berikan Mami cucu ya," ujar Zahra.Membuat Sarah terkejut mendengarnya, sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang semua itu.Bahkan Zahra sendiri yang meminta padanya, Zahra menyadari keterkejutan yang dirasakan oleh Sarah.Tapi Zahra tidak perduli sama sekali, karena menantunya dan juga anaknya harus meminta maaf padanya."Kalian berdua harus berjuang keras untuk cucu, kalau tidak Mami pingsan lagi."Mata Sarah pun melebar mendengarnya, sungguh ini adalah sesuatu yang teramat sangat tidak pernah terlintas di benaknya."Tante, jangan pingsan lagi. Saya akan merasa bersalah nanti," kata Sarah dengan panik."Tante?"Zahra pun bertanya karena kesal Sarah memanggilnya dengan sebutan --Tante--Sarah yang terlalu panik, kini bercampur bingung hanya bisa diam karena tidak mengerti."Mami! Kamu panggil saya, Mami. Seperti suami mu!" Tegas Zahra.

  • Bab 666

    Sarah pun melihat Dava dengan wajah cemas, perasaannya masih saja tidak tenang karena memikirkan keadaan Zahra.Merasa bersalah karena membuat Zahra sampai jatuh pingsan, bahkan kedua tangannya saling meremas.Bertambah lagi keringat dingin yang terus saja membanjiri tubuhnya."Mami, mau ketemu sama kamu."Dava pun memegang tangan Sarah, berniat untuk pergi bersama dengan dirinya menunju kamar kedua orang tuanya.Dimana Zahra sudah menunggu di sana, sungguh Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.Rasa bersalah terlalu besar di hatinya, hingga dirinya menjadi demikian."Kenapa?" Dava pun mengurungkan langkah kakinya saat akan melangkah.Karena, Sarah yang hanya tampak diam. Sepertinya tidak ingin untuk ikut dengan dirinya."Pak Dava, aku pulang aja, ya," kata Sarah dengan ragu."Kenapa? Mami, mau bertemu dengan kamu.""Sarah, nggak berani, Pak. Sarah, takut."Dava pun memilih untuk menatap wajah Sarah dengan serius, dirinya mengerti dengan keadaan Sarah saat ini."Kam

  • Bab 665

    "Mami, abis mimpi. Mimpi aneh, dalam mimpinya kamu tiba-tiba pulang bawa istri," Zahra pun memijat kepalanya yang masih terasa pusing.Dirinya melihat Dava yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.Seakan wanita itu benar-benar terbangun dari tidur dan juga mimpi buruknya yang cukup menyeramkan itu."Gimana bawa istri? Menikah juga belum, Mami pusing kenapa bisa bermimpi seperti itu? Mungkin, karena terlalu lelah. Mami, butuh istirahat, soalnya mimpinya seperti nyata," Zahra pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali.Menenangkan diri setelah terbangun dari hal yang dia anggap adalah sebuah mimpi.Lantas bagaimana dengan Dava setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra?Dava pun berjalan ke arah Zahra, kemudian duduk di sisi ranjang berdekatan dengan sang Mami.Dava ingin berbicara dengan serius, berharap pula tidak lagi pingsan. Bagaimana pun dirinya memang salah, menikah tanpa meminta izin kepada orang tuanya sama sekali. Sangat tidak dibenarkan.Maka dari itu Dava ingin dimaafkan

More Chapter

Reader Comments

membacanya...ikut dongkol sama Tama

y tuhan yesek beget thur cerita y smpe nagis baca y

tama jahat

aku menangis dan menangis,,,, kok Tama begitu,,,,ini seperti nyata

slalu di bikin susah biar cerita jadi panjang klo bahagia semua nanti tamat deh cetita nya

kelamaan bulet nya, kembali ke cerita awal adam yg mempunyai 2 istri sekarang tama yang punya 2 istri dg masalah yg gak di ketahui, nant kalo kelamaan bosan jg, mana untuk beli pointnya mahal

up up up up up up ayo dong thour up up capee tau nunggu

kayakny uda gak seru lagi crta ny mending the end aja

betul itu...

thor mainin perasaan pembacaa ...... kiranya nada Akan bahagiaa tapiii .......... lanjut donk Thorr bolak balik refresh tp gak ada updatennya ......

update dong kak... semangat kak......

bener banget. mood jadi jelek banget

baca bab ini duniaku terasa berhenti..dadaku sakit sekali seolah olah seperti nyata...mood nya rusak

apa cuma aq aja ya di sini , bc kisah yg ini merusak mood dan jd males bc lg.

kok tiba-tiba sedih sekali sih thor.. aku ga suka ceritanya. bikin kesel . semoga cepet di libas tu pelakor

jadinya kok kyk sinetron gini sih thor mbulet alias mulek masak br aja menikah blm juga,menikmati kebahagiaan tb2 berubah crtnya

Dan tau2 sdh nikah lagi ma mantannya dikarenakan apa dan kok bisa? Dan pasti ini nanti bilangnya karma dari kinanti dulu yang adam punya istri 2

Ceritanya semakin nggak jelas nggak asyik tau2 tama berubah dan nada masuk diskotik hemmm

lama banget updatenya, brp x buka msi aja Lom ada

blm update" ya kak...lama bgt kak...

dulu kinanti tdk punya saudara buat ngelindungi dia.tp sekarang....nada punya 2 kakak yg sangat sayank dan peduli,.ingat itu tama...bodoh kok di pelihara

bagaikan bercermin dr adam dl.kasian nada yg nanggung ...

Koq bisa tama berubah dalam sekejap, cerita sll dibuat berbelit2 pembaca disuruh menduga2 ....ga usah melebar kemana2 thor....kasian nada...tama koq bisa berubah gt...certa yg trll dipaksakan thor...

Ini ceritanya maksudnya apa yaa kok begini kasian bgt nada

kapan thor lanjut lagi up bab baru nya, balak balik buka halaman ini tp masih blm di up bab baru ayo thor semangat............

dari mlm td sy tggu update ...

10x bkak tgu update ttap x update

gak sangup utk bacanya terlalu dalam jadi merusak suasana hati, sdh thor lanjut endingnya yg hapy nada dan tama, semangat up....yg hapy2 love2

kok belum lanjut thor????

Tama yg tidak bisa setia ...ayo hajarrr aja biar kapokkk..ha..ha..gemess

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on MegaNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
Scan code to read on App