Bab 562
Author: Ipak Munthe
last update2023-03-07 23:14:41

Kinanti sedikit bersedih karena Tama dan Nada berpamitan pulang, padahal Kinanti berpikir jika keduanya menginap di rumah untuk malam ini saja.

"Bunda, Nada pamit ya."

"Ya sudah, padahal Bunda pikir kalian berdua menginap di rumah Bunda."

Wajah Kinanti benar-benar murung saat Nada berpamitan untuk pulang.

"Lain kali aja ya Bunda."

"Ya sudah, hati-hati di jalan."

Nada dan Tama pun akhirnya pergi, membuat Kinanti dan yang lainnya hanya melihat dari teras saja.

Nada hanya diam saja duduk di sampin
Continue to read this book for free
Scan the code to download the app

Latest Chapter

  • Ucapan Terima Kasih

    Hay semuanya.Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan sang pencipta.Saya ucapkan terima kasih kepada semua para pembaca setia saya, dimana kalian sudah mengikuti cerita ini sampai selesai.Sedikit bercerita tentang buku ini.Saya tidak pernah menyangka bahwa novel ini bisa mendapatkan banyak pembaca.Menurut saya pribadi, pembaca sampai 3M itu tidak sedikit dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.Di buku ini banyak kekurangannya, mulai dari tulisan dan juga mungkin isi yang kurang berkenan di hati pembaca setia saya ucapkan maaf kepada kalian semua.Namun, saya juga ingin mengatakan bahwa, saya bukan seorang penulis hebat.Saya pun tidak pernah hobi dalam menulis, begitu juga dengan membaca.Kedua hal ini sangat saya hindari sejak dulu.Tetapi, mendadak hati saya tertantang karena pernah membaca novel yang menurut saya tidak masuk akal.Hingga saya pun memutuskan untuk menuliskan sebuah buku.Dari sana saya mulai berpikir bahwa menulis tidak seburuk dan melelahkan seperti yan

  • Bab 669

    Kinanti berdiri di balkon kamarnya, malam terasa semakin dingin. Namun, matanya engan terpejam, bayang-bayang luka penuh dengan nestapa membuatnya kembali pada masa lalu yang sudah lama terkubur dalam.Kejadian itu yang menyeretnya masuk pada kehidupan Adam, keinginan ingin pergi jauh dan melupakan apa yang terlah terjadi justru semua tidak sesuai dengan harapan.Nyatanya, semakin mencoba untuk menjauh, semakin banyak pula rintangan yang dia lalui.Hingga, akhirnya benar-benar tak bisa lepas dari jerat Adam.Semuanya tak sampai dengan baik-baik saja, nyatanya luka berbalut air mata begitu menusuknya hingga seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena, kenyataan terus saja memaksa, meskipun luka yang tertusuk sudah tak mampu lagi untuk di tahan."Sayang."Kehadiran Adam membuat Kinanti pun tersadar dari lamunanya.Lamunan yang membuatnya hanyut dalam masa lalu untuk sejenak saja.Sejenak namun cukup membuat dirinya merasa kembali pada masa lalu itu."Mas, udah pulang?""Udah, dari

  • Bab 668

    Bulir-bulir air mata pun jatuh dari pelupuk mata, Mentari begitu terharu saat dokter mengatakan dirinya tengah berbadan dua.Bahkan kehamilannya sudah memasuki 6 Minggu.Selama ini sering kali merasa tidak nyaman pada bagian perutnya, tapi Mentari memilih tidak perduli.Hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang memeriksa pasiennya.Bertapa dirinya begitu terkejut bercampur bahagia karena mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.Di saat beneran bulan yang lalu program kehamilan yang telah di jalaninya gagal, membuat harapannya seakan berakhir pula dengan putus asa."Sayang, kamu baik-baik saja?"Fikri yang baru saja sampai di buat bingung karena melihat tingkah istrinya.Dirinya sengaja meninggalkan rapat karena mengetahui keadaan Mentari yang sempat tidak sadarkan diri."Abang, Tari hamil," Mentari langsung menghambur memeluk suaminya.Rasanya sungguh sangat luar biasa dan membuat bahagia tanpa bisa di tutupi sama sekali.Begitu pun juga dengan Fikri yang begitu terkejut mendengarnya."

  • Bab 667

    "Tidak usah terbebani dengan yang saya katakan, ya sudahlah. Karena, kalian pun sudah menikah dan Mami minta hadiah aja dari kalian. Cepat berikan Mami cucu ya," ujar Zahra.Membuat Sarah terkejut mendengarnya, sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang semua itu.Bahkan Zahra sendiri yang meminta padanya, Zahra menyadari keterkejutan yang dirasakan oleh Sarah.Tapi Zahra tidak perduli sama sekali, karena menantunya dan juga anaknya harus meminta maaf padanya."Kalian berdua harus berjuang keras untuk cucu, kalau tidak Mami pingsan lagi."Mata Sarah pun melebar mendengarnya, sungguh ini adalah sesuatu yang teramat sangat tidak pernah terlintas di benaknya."Tante, jangan pingsan lagi. Saya akan merasa bersalah nanti," kata Sarah dengan panik."Tante?"Zahra pun bertanya karena kesal Sarah memanggilnya dengan sebutan --Tante--Sarah yang terlalu panik, kini bercampur bingung hanya bisa diam karena tidak mengerti."Mami! Kamu panggil saya, Mami. Seperti suami mu!" Tegas Zahra.

  • Bab 666

    Sarah pun melihat Dava dengan wajah cemas, perasaannya masih saja tidak tenang karena memikirkan keadaan Zahra.Merasa bersalah karena membuat Zahra sampai jatuh pingsan, bahkan kedua tangannya saling meremas.Bertambah lagi keringat dingin yang terus saja membanjiri tubuhnya."Mami, mau ketemu sama kamu."Dava pun memegang tangan Sarah, berniat untuk pergi bersama dengan dirinya menunju kamar kedua orang tuanya.Dimana Zahra sudah menunggu di sana, sungguh Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.Rasa bersalah terlalu besar di hatinya, hingga dirinya menjadi demikian."Kenapa?" Dava pun mengurungkan langkah kakinya saat akan melangkah.Karena, Sarah yang hanya tampak diam. Sepertinya tidak ingin untuk ikut dengan dirinya."Pak Dava, aku pulang aja, ya," kata Sarah dengan ragu."Kenapa? Mami, mau bertemu dengan kamu.""Sarah, nggak berani, Pak. Sarah, takut."Dava pun memilih untuk menatap wajah Sarah dengan serius, dirinya mengerti dengan keadaan Sarah saat ini."Kam

  • Bab 665

    "Mami, abis mimpi. Mimpi aneh, dalam mimpinya kamu tiba-tiba pulang bawa istri," Zahra pun memijat kepalanya yang masih terasa pusing.Dirinya melihat Dava yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.Seakan wanita itu benar-benar terbangun dari tidur dan juga mimpi buruknya yang cukup menyeramkan itu."Gimana bawa istri? Menikah juga belum, Mami pusing kenapa bisa bermimpi seperti itu? Mungkin, karena terlalu lelah. Mami, butuh istirahat, soalnya mimpinya seperti nyata," Zahra pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali.Menenangkan diri setelah terbangun dari hal yang dia anggap adalah sebuah mimpi.Lantas bagaimana dengan Dava setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra?Dava pun berjalan ke arah Zahra, kemudian duduk di sisi ranjang berdekatan dengan sang Mami.Dava ingin berbicara dengan serius, berharap pula tidak lagi pingsan. Bagaimana pun dirinya memang salah, menikah tanpa meminta izin kepada orang tuanya sama sekali. Sangat tidak dibenarkan.Maka dari itu Dava ingin dimaafkan

More Chapter

Reader Comments

Itu ancaman Kayla

aslinya keluar, seperti yg di katakan keluarga Nada............

Tama siallll kasian nada

pasti Tama terpaksa karena ancaman Kayla...

kurang ajar banget tuh si tama kenapa tadi pas ada di rumah adam g bilang aja kalau mau nyeraiin nada kasihan nada hiks

gila sih si Tama. nyesek aku thor

kok jadi kebalik ceritanya enak aja sidudah udah renggut keperawanan nada terus di Campakkan begitu saja

brengsek cuma itu kata untuk tama tak ada alasan lain selain brengsek apapun masalah kenapa tidak di bicarakan

Aneh tama kemarina ngejar2 sekarang mibta cerai sumpah gedeg bgt

ceritanya lebih bagus Adam,Kinanti seperti gak dibuat2 terbawa emosi juga,,pas kebelakang kesannya terlalu mengada2 sudah kehabisan cerita kayaknya authornya lebih baik di akhiri saja dech thor ketimbang ceritanya muter2 gak sesuai judul juga...

bentar lagi Author update.. lalu minta maaf.. klo gak lagi sibuk, ya lagi sakit atau suami sakit atau anak lagi sakit.. pembaca yg sabar sambil ngomel aja ya. kalau dah gak kuat hapus ajah novelnya.. banyak koq lbh menggemaskan critanya.. gak bikin lama nunnggu updateenyaaaaaaaa kayak iniiiii

cerita sudah tamat ttd penulis

penulisanya juga bingung sbenarnya krn sudah ngarang cerita Tama nikah lagi..yg mnrt dia bagus2 aja. ya emang suka2 situ jualan cerita.. Tapi menurut pembaca muter2 si Munthe. mending judulnya diganti judul baru aja Nada yg Ternoda

semakin kesini.. penulis sengaja membuat pembaca jengkel & gemas sendiri. tapii kenyataannya ko sudah malas membaca ya krn ada pernikahan kembali si Tama. jadi jelek banget jalan critanya.... kyknya hrs emang di akhiri pembaca

aq hapus buku niihh,, males bacanya.. diduain doang ngak enak.. ngak konsisten penulisnya..

Thor cpt tamatin aja KL dh males update...masak ceritanya gantung gt

apakah sudah tamat untuk cerita ini , kenapa tidak update lagi ?

upded dong lama baget

gk niat, gk update2

udah banyak beli koin, lah lama bgt gak up

jangan buat sakit hati para pembaca lah ,

lama gak di up ya sedih deh aku banyak2 beli koin............

apa ini....?kok mash gak up...?

Kasian banget Nada... mendingan gak usah nikah saja kalau begini.... Tama jahat banget ya, setelah dapat Nada disia-siakan...

duuhhh up lg dong thor.. ko berenti si.. lama banget.. kita pembaca ga bosen thor bacanya.. tolong dong up yang banyak lagi..

enth brapa x aku masuk gak di up juga jd males jd nya aku beli koin mahal2 juga

udh beli koint banyak blm upload lg

up donk...ditunggu ni kelanjutannya...

iya semenjak muncul cerita nia, cerita novel yg ini kek gak ke urus bikin sebbeel

dari pada nunggu kelamaan lebih baik baca Nia dan Dion seru dan sangat menyedih nanggis bacanya

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on MegaNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
Scan code to read on App