Bab 72
Author: Ipak Munthe
last update2022-05-20 13:38:22
Sampai di rumah Renata langsung berlari menuju kamarnya, meluapkan kekecewaan menusuk tajam tanpa belas kasih.

"Kau jahat Adam!!!"

Renata melempar semua benda yang ada di dekatnya, kamarnya sudah seperti kapal pecah. Sejak kembalinya dari rumah Kinanti, Renata meluapkan emosi nya di kamarnya sendiri, kamar bersama Adam tempat melepaskan lelah.

"Mana janji mu dulu?!! Kalau untuk kau sakiti mengapa kau nikahi aku, kalau kau mencintai nya, menginginkan dia kenapa menjadikan aku istri mu, menjadika
Continue to read this book for free
Scan the code to download the app

Latest Chapter

  • Ucapan Terima Kasih

    Hay semuanya.Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan sang pencipta.Saya ucapkan terima kasih kepada semua para pembaca setia saya, dimana kalian sudah mengikuti cerita ini sampai selesai.Sedikit bercerita tentang buku ini.Saya tidak pernah menyangka bahwa novel ini bisa mendapatkan banyak pembaca.Menurut saya pribadi, pembaca sampai 3M itu tidak sedikit dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.Di buku ini banyak kekurangannya, mulai dari tulisan dan juga mungkin isi yang kurang berkenan di hati pembaca setia saya ucapkan maaf kepada kalian semua.Namun, saya juga ingin mengatakan bahwa, saya bukan seorang penulis hebat.Saya pun tidak pernah hobi dalam menulis, begitu juga dengan membaca.Kedua hal ini sangat saya hindari sejak dulu.Tetapi, mendadak hati saya tertantang karena pernah membaca novel yang menurut saya tidak masuk akal.Hingga saya pun memutuskan untuk menuliskan sebuah buku.Dari sana saya mulai berpikir bahwa menulis tidak seburuk dan melelahkan seperti yan

  • Bab 669

    Kinanti berdiri di balkon kamarnya, malam terasa semakin dingin. Namun, matanya engan terpejam, bayang-bayang luka penuh dengan nestapa membuatnya kembali pada masa lalu yang sudah lama terkubur dalam.Kejadian itu yang menyeretnya masuk pada kehidupan Adam, keinginan ingin pergi jauh dan melupakan apa yang terlah terjadi justru semua tidak sesuai dengan harapan.Nyatanya, semakin mencoba untuk menjauh, semakin banyak pula rintangan yang dia lalui.Hingga, akhirnya benar-benar tak bisa lepas dari jerat Adam.Semuanya tak sampai dengan baik-baik saja, nyatanya luka berbalut air mata begitu menusuknya hingga seperti tidak tahu lagi harus berbuat apa.Karena, kenyataan terus saja memaksa, meskipun luka yang tertusuk sudah tak mampu lagi untuk di tahan."Sayang."Kehadiran Adam membuat Kinanti pun tersadar dari lamunanya.Lamunan yang membuatnya hanyut dalam masa lalu untuk sejenak saja.Sejenak namun cukup membuat dirinya merasa kembali pada masa lalu itu."Mas, udah pulang?""Udah, dari

  • Bab 668

    Bulir-bulir air mata pun jatuh dari pelupuk mata, Mentari begitu terharu saat dokter mengatakan dirinya tengah berbadan dua.Bahkan kehamilannya sudah memasuki 6 Minggu.Selama ini sering kali merasa tidak nyaman pada bagian perutnya, tapi Mentari memilih tidak perduli.Hingga akhirnya jatuh pingsan saat sedang memeriksa pasiennya.Bertapa dirinya begitu terkejut bercampur bahagia karena mendengarkan hasil pemeriksaan dokter.Di saat beneran bulan yang lalu program kehamilan yang telah di jalaninya gagal, membuat harapannya seakan berakhir pula dengan putus asa."Sayang, kamu baik-baik saja?"Fikri yang baru saja sampai di buat bingung karena melihat tingkah istrinya.Dirinya sengaja meninggalkan rapat karena mengetahui keadaan Mentari yang sempat tidak sadarkan diri."Abang, Tari hamil," Mentari langsung menghambur memeluk suaminya.Rasanya sungguh sangat luar biasa dan membuat bahagia tanpa bisa di tutupi sama sekali.Begitu pun juga dengan Fikri yang begitu terkejut mendengarnya."

  • Bab 667

    "Tidak usah terbebani dengan yang saya katakan, ya sudahlah. Karena, kalian pun sudah menikah dan Mami minta hadiah aja dari kalian. Cepat berikan Mami cucu ya," ujar Zahra.Membuat Sarah terkejut mendengarnya, sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya tentang semua itu.Bahkan Zahra sendiri yang meminta padanya, Zahra menyadari keterkejutan yang dirasakan oleh Sarah.Tapi Zahra tidak perduli sama sekali, karena menantunya dan juga anaknya harus meminta maaf padanya."Kalian berdua harus berjuang keras untuk cucu, kalau tidak Mami pingsan lagi."Mata Sarah pun melebar mendengarnya, sungguh ini adalah sesuatu yang teramat sangat tidak pernah terlintas di benaknya."Tante, jangan pingsan lagi. Saya akan merasa bersalah nanti," kata Sarah dengan panik."Tante?"Zahra pun bertanya karena kesal Sarah memanggilnya dengan sebutan --Tante--Sarah yang terlalu panik, kini bercampur bingung hanya bisa diam karena tidak mengerti."Mami! Kamu panggil saya, Mami. Seperti suami mu!" Tegas Zahra.

  • Bab 666

    Sarah pun melihat Dava dengan wajah cemas, perasaannya masih saja tidak tenang karena memikirkan keadaan Zahra.Merasa bersalah karena membuat Zahra sampai jatuh pingsan, bahkan kedua tangannya saling meremas.Bertambah lagi keringat dingin yang terus saja membanjiri tubuhnya."Mami, mau ketemu sama kamu."Dava pun memegang tangan Sarah, berniat untuk pergi bersama dengan dirinya menunju kamar kedua orang tuanya.Dimana Zahra sudah menunggu di sana, sungguh Sarah sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.Rasa bersalah terlalu besar di hatinya, hingga dirinya menjadi demikian."Kenapa?" Dava pun mengurungkan langkah kakinya saat akan melangkah.Karena, Sarah yang hanya tampak diam. Sepertinya tidak ingin untuk ikut dengan dirinya."Pak Dava, aku pulang aja, ya," kata Sarah dengan ragu."Kenapa? Mami, mau bertemu dengan kamu.""Sarah, nggak berani, Pak. Sarah, takut."Dava pun memilih untuk menatap wajah Sarah dengan serius, dirinya mengerti dengan keadaan Sarah saat ini."Kam

  • Bab 665

    "Mami, abis mimpi. Mimpi aneh, dalam mimpinya kamu tiba-tiba pulang bawa istri," Zahra pun memijat kepalanya yang masih terasa pusing.Dirinya melihat Dava yang berdiri tak jauh dari ranjangnya.Seakan wanita itu benar-benar terbangun dari tidur dan juga mimpi buruknya yang cukup menyeramkan itu."Gimana bawa istri? Menikah juga belum, Mami pusing kenapa bisa bermimpi seperti itu? Mungkin, karena terlalu lelah. Mami, butuh istirahat, soalnya mimpinya seperti nyata," Zahra pun mengusap wajahnya hingga beberapa kali.Menenangkan diri setelah terbangun dari hal yang dia anggap adalah sebuah mimpi.Lantas bagaimana dengan Dava setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra?Dava pun berjalan ke arah Zahra, kemudian duduk di sisi ranjang berdekatan dengan sang Mami.Dava ingin berbicara dengan serius, berharap pula tidak lagi pingsan. Bagaimana pun dirinya memang salah, menikah tanpa meminta izin kepada orang tuanya sama sekali. Sangat tidak dibenarkan.Maka dari itu Dava ingin dimaafkan

More Chapter

Reader Comments

gemes ku sama Adam

pengecut tdk berpendirian

kamu pengecut Adam, harusnya kau jelaskan semua di depan Kinanti dan juga keluargamu, kasian Kinanti dia itu korban malah dipersalahkan...

laki" yg tidak pendirian

cpt Kinanti pergi dr rmh itu sebelum klga Adam dtng semua nya meneror kmu .perjauuuuh biar g k jangkau dr Adam .biar Adam kehilangan anak satu2 yg cuma dr kmu karenata g bisa punya anak

byr masi banyak koin tp tetep jg masi susah buka kuncinya hmmmmmmmm

kemana Kinantin

bab nya di bikjn sama sih panjangnya.. jangan cuma sdkit.. kan g gretongan thor bavmcanya.. pke koin..

gimana caranya yah buka bab berikutnya,,pakai pulsa,,,AQ udah beli pulsa tapi gak tau cara menginformasinya,,

lepaskan kinanti biarkan kinanti dengan yang lain belum terlalu dalam juga kinanti terjerumus

beli koinnya mahal buka bab cm dikit

nyesek bgt liat penderitaan Kinanti...semoga kebahagiaan menantimu kinanti

lanjut thor makin seru

bagus ceritanya,, sayang pke koin...

greggettttt maa si aadamaaa ini

lanjut Thor lagi serunya gimana yah cara beli koinnya Thor dan gimana caranya agar bisa dapat koin gratis yah

pergilah se jauh mungkin Kinanti biar Adam merasa kehilangan dirimu dan anaknya selamanya Adam tidak adil kasian Kinanti yg jadi korbannya

kasian Kinanti kenapa Adam tidak bisa menjelaskan semuanya klo Kinanti juga korban kau tega sekali Adam kasian Kinanti bukan pelakor Renata tanyakan semuanya pada suamimu ini bukan kesalahan Kinanti Adam kau tega sekali Adam

kabur aja Kinanti sejauh mungkin buat Adam menyesal seumur hidupnya

...‍♀️...‍♀️...‍♀️ kabur saja sejauh jauhnya kinanti spy keluarga adam tdk ketemu dgn cucu mereka,toh juga renata blm bisa hamil,biar rasa tu si adam.

gak sabaaar yaa up dong lanjuuut

gimana cara beli poin aku penasaran bangat, kasian kinanti mending pergi jauh aja dari adam

ayo Kinanti, cepet kabur,,, mumpung Adam pergi ma Renata

lanjut thor

lanjut penasaran ni gimana dengan kinantix

koin..koin..mana koin...

lagi seru2 nya,,baca yg gratisan pun habis,,tgu smpi besok lagi Bru bisa baca gratis tanpa beli koin ...

lanjutkan Thor pakai iklan

Adam nya kurang adil,

Pergilah yang jauh Kinanti biar Adam , jadi gila

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on MegaNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
Scan code to read on App