Latest Chapter
0116
Sepanjang jalan hanya diisi oleh keheningan. Juga langkah kaki mereka yang berjalan berurutan. Dua orang โ lelaki dan wanita โ berpakaian lebih kompleks dari yang lain memimpin, diikuti oleh tentara Germany yang menyasar, dan terakhir para tentara lainnya.Dua Germany masih tak habis pikir dengan ketenangan di tempat ini. Jauh dari kebisingan, jauh dari kerusuhan, jauh dari kata โPerangโ. Pikiran mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa ada tempat damai seperti ini di tengah-tengah peperangan? Mereka terhanyut dalam keasyikan batin sampai lupa untuk mengenalkan diri pada orang-orang baru ini.โEum... Namaku Ronald, Nona?โ Ronald menjadi yang pertama mengenalkan diri. Dia mengelap tangannya sendiri sebelum mengulurkannya ke arah wanita berkarisma di depannya.Si wanita menoleh, menatap uluran tangan, lalu tersenyum. โFan, dan kau tak perlu memanggilku Nona.โโAh... yah, Fan.โ Ronald mengulangi nama itu untuk mengusir kecanggungan.โKalau kau bermaksud mendekatinya, kau salah orang Bung! D
0115
Terputusnya panggilan video membuat Kevin yang semula memasang tampang ceria kembali menjadi datar. Pandangannya menatap nanar ke ponsel yang telah menghitam sebelum beralih ke arah jendela. Menatap pemandangan dari luar, cukup banyak orang-orang berlalu lalang. Kebanyakan berpakaian seperti dirinya sedangkan yang lain berjas putih dan rapi. Lumayan membosankan tinggal disini, walaupun belum sampai seminggu. Rasanya Kevin ingin cepat-cepat keluar dari Rumah sakit sialan ini.Tempat yang katanya mampu membuatnya sembuh lebih cepat nyatanya hanya penjara yang mengekangnya hingga tak bisa bergerak leluasa. Di tambah dengan tangan kanan yang masih sangat sakit untuk di gerakan. Bagaimanapun juga dia tak bisa memaafkan pelaku di balik kejadian ini. Siapa lagi kalau bukan Tiara. Gadis itu sangat mencurigakan. Dan, sialnya mampu berpura-pura seolah tak terjadi apapun di depan Nia."Padahal mereka terlihat dekat," gumam Kevin. Banyak hal tak terduga yang tak bisa dia cari jawabannya. Tiara ta
0114
Di salah satu hari menjelang musim dingin tiba, Desa Kanomiyama mendapatkan kunjungan dari Oda Toshihiro bersama dengan seorang koki Kastil bernama Hirokawa Fuji. Kedatangan mereka tak lain untuk membantu para masyarakat ditengah kesibukan mempersiapkan persediaan musim dingin. Karena siapapun di desa itu tahu jika musim dingin akan menjadi mimpi buruk karena mereka akan kesulitan berburu dan mengumpulkan kayu bakar. Terutama karena di tahun 1586, hutan menjadi tempat berbahaya yang dapat merenggut nyawa."Baiklah semuanya, hari ini kita akan mempraktikan cara memasak bebek yakitori dan manjuu babi hutan, cara ini sangat mudah dan kalian bisa memasaknya lain waktu."Fuji, sang koki istana mengangkat pisau daging lalu menghantamkannya ke arah bebek yang telah dibersihkan. Seluruh penduduk mengangguk-anggukan kepala mereka setiap kali mendengar penjelasan dari Fuji. Entah memang paham atau hanya mengikuti saja.Sebagai seorang koki kastil, keahlian Fuji tak diragukan lagi. Dalam waktu y
0113
TAK! TAK! TAK!Ujung tajam pisau bergerak dengan cepat, memotong kentang di atas talenan kayu, membentuknya menjadi kecil memanjang. Suasana di dalam dapur terasa pekat akan keheningan. Tampak seorang gadis muda sedang menyibukkan diri dengan membuat hidangan lezat lainnya.โApa semua sudah aman terkendali, Orion?โ tanya seorang pria paruh baya dengan kumis putih di wajahnya. Dia adalah Butler yang bertugas mengawasi pekerjaan para Maid lain. Termasuk pada gadis yang tengah memotong-motong kentang tersebut.Orion โ Maid muda โ menatap tanpa ekspresi tertentu. โMakan siang akan siap sebentar lagi, Tuan Steve.โโBagus lah kalau begitu.โ Steve โ si Butler โ tersenyum. โApakah ada yang perlu kau butuh kan lagi?โโTidak ada, semua sudah aman terkendali.โโTuan Arthur tak suka โโโDaun bawang, bukan?โ Orion memotong ucapan Steve sebelum pria itu menyelesaikannya. โDan tak ada daun bawang pada sebuah Poutine.โSteve membuka mulutnya, hendak menyangkal sebelum akhirnya dia menyadari satu hal.
0112
โDan.....?โ desak Isafuyu.โDan... tekun dalam berlatih.โโDan....?โNira mengernyitkan alis. Isafuyu terus meminta penjelasan meskipun dia telah menjawab seperti apa yang dia pikirkan. Tetapi, Nira tetap melakukan apa yang diminta Isafuyu meski dalam keadaan bingung.โDan... pintar?โโAh, ayolah! Apa kamu tak bisa berbicara dengan jujur?!โโSssttt!!โDan Isafuyu langsung mendapat hardikkan dari penjaga perpustakaan yang berada tak jauh dari mereka. Tak hanya itu saja, seluruh pasang mata pengunjung perpustakaan serentak menatap tajam ke arah mereka.โJangan berisik Issa.โ Nira mengingatkan.โUgh...โ Isafuyu menggigit bibirnya. โKalau begitu, lebih baik kita pindah tempat saja!โSebelum Nira melayangkan protes, Isafuyu sudah lebih dulu menarik tangannya, keluar dari perpustakaan. Wilayah sekolah masih tampak ramai oleh murid-murid yang sedang menghabiskan waktu istirahat dengan makan atau pun sekedar mengobrol. Tak banyak tempat yang masih sepi, sehingga Isafuyu memutar otaknya lebih
0111
Seorang gadis berambut Electric blue tengah berjalan menuju sebuah bangunan megah di ujung jalan. Hari masih terlalu pagi โ matahari bahkan belum cukup menapaki kaki langit โ sehingga hanya terlihat rinai kekuningan bercampur biru. Udara dingin berembus meniup helaian rambut Electric blue, membuatnya sedikit berantakan sehingga gadis itu harus beberapa kali merapikannya. Waktu telah berjalan sekitar seminggu sejak pertama kali dirinya menjejakkan kaki ke sekolah ini.โPagi Nira-san!โ sapa seorang pria berambut panjang menepuk pundaknya.Nira Naeve โ si gadis berambut Electric blue โ berjingkat karena terkejut. Dia langsung menundukkan wajahnya begitu mendapati siapa gerangan yang memanggilnya tadi.โPagi Izayoi-san.โโKamu berangkat sangat pagi yah, benar-benar anak yang rajin!โโTi... tidak serajin itu kok.โNira merapikan rambut panjangnya yang menjuntai, tetapi lumayan susah karena dia terus menerus menunduk sehingga helaian rambutnya kembali jatuh.โEh, sebentar.โNira membeku saa
You may also like

The Poor Owner of a Legacy System
Pein36.3K views
LEAD System: Andrew on Top!
GreaterGlory27.3K views
The Ultimate Heir System
Ramdani Abdul80.2K views
The septillionaire's superstar system
Liam Michael23.9K views
From Delivery Guy to the Richest Man: Infinite Luck System
The LA101 views
The Lawyer Who Never Loses
Rosehipstea 304 views
Ethan- The Rise Of A Villain Or A Hero?
Aniela213 views
The Broke Billionaire's System: Spend to Survive
Putri Arsyila84 views